Ternyata Kebahagiaan itu Butuh Pembanding

Ceritanya gini, awalnya saya lihat cuplikan konten di Instagram, gatau kenapa dulu ini muncul di explore instagram saya gatau kenapa, disitu ada seorang ning (kalo di kita biasa menyebutnya ustadzah) yang berbicara mengenai kebahaagiaan,

kurang lebih inti dari perkataannya jika saya simpulkan seperti ini, Sejatinya kebahagiaan itu butuh pembanding, karena kita bisa tau atau merasakan kebahagiaan karena kita pernah merasa tidak bahagia,

Photo by Count Chris on Unsplash

setelah saya pikir-pikir ada benernya juga, karena menurut beliau kebahagiaan itu semacam perasaan yang datang dan pergi, dan memang setelah saya pikir-pikir siklusnya akan seperti itu,

yang pada intinya untuk mendapatkan kebahagiaan itu gampang sebenernya, tapi terkadang tolak ukur kebahagiaan kita itu justru dari kebahagiaan orang lain yang mana mungkin itu tidak akan relevan dengan kondisi yang kita alami sekarang,

dan maknailah kebahagiaan dengan standar kita masing-masing tidak perlu gengsi ataupun malu dengan standar kebahagiaan yang kita punya, justru harusnya kita malu ketika kita sendiri menetapkan kebahagiaan dengan standar status sosial orang lain.

Nauful Wijdan
Nauful Wijdan Kang uful merupakan seorang freelancer designer, spesialisasi di desain logo sekaligus menjadi microstocker dibeberapa situs, dan menyukai menulis diary diblog.

Posting Komentar untuk "Ternyata Kebahagiaan itu Butuh Pembanding"